Langsung ke konten utama

Hati

Hanya sebagaian kecil ulama’ terkemuka yang mengetahui secara mendetail tentang defenisi , pengertian, perbedaan dan batas-batasnya dari nafas, roh, hati dan akal
Kesalahan pada umumnya terjadi karena ketidaktahuan dalam memahami arti kata nafas, roh , hati dan akal sebab satu dengan lainnya sangat sulit dan rumit dibedakan, karena itu di sini akan diuraikan dahulu pengertian nama-nama tersebut
a.       Hati/kalbu perkataan ini mengandung 2 pengertian
Pengertian pertama adalah daging yang berbentuk buah shanaubar (sering disebut hati sanubari) yang terletak pada bagian dada sebelah kiri  yaitu daging khusus yang didalamnya terdapat lubang dan dalam lubang terdapat darah hitam. Adapun bentuk dan tatakerjanya tidak diuraikan karena menyangkut aspek segi kedokteran  dan  tidak ada kaitannya dengan masalah-masalah agama. Hati ini terdapat pula pada hewan  dan bukan hati ini yang kami maksud sebab hati ini hanyalah sekerat daging yang tiada nilainya. Hati ini termasuk alam yang dapat diperintah dan dilihat olehmata (‘alamul mulki wassyahadah) bahkan hewan pun dapat mengatahuinya dengan panca indra penglihatan apalagi manusia.
Pengertian kedua adalah hati yang halus( lathifah) tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan, kehalusan hati terdapat hakikat bahwa hanya dirinya yang mengetahui, mengenal, merasa sifat ketuhanan (rabbaniyah) dan sifat keruhanian (ruhaniyah) dengan hatinya bukan orang lain  dan  hati yang halus adalah  hati yang bertubuh bukan tubuh yang berhati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Condromowo

Eyang Srigati adalah Priyagung, begawan dari Benua Hindia yang datang ketanah jawa. Beliaulah yang menurunken Kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram dan seterusnya. Semua ada darah-darah Srigati. Beliau adalah keturunan Nabi Adam ke-8. Yang konon pernah duduk di Alas Ketonggo yang sekarang dikenal dengan Punden Srigati yang terdapat di desa Babatan kec. Paron Ngawi. Punden Srigati dulunya juga Tipak tilas Syeh Domba, Sunan Lawu, dan Sunan Kalijaga. Sunan Lawu (Kertabumi Brawijaya) adalah putra dari Raden Fatah _bin Raden Bathoro Katong _bin Sunan Tembayat SILSILAHEYANG SRIGATI. Eyang Srigati adalah Putra dari: ~ Eyang Wisnu _bin ~ Sang Yang Guru ~ Sang yang Tunggal ~ Sang Yang Wening ~ Sang yang Wenang ~ Sang Yang Nurroso _bin ~ Sang yang Nur Cahyo dan Nur Cahyo adalah Putra NABI ADAM.a.s. Dan itu mungkin terjadi kodrat ILLAHInabi Adam yang waktu itu di turunkan Allah di benua hindia pertama kali dan Siti Hawadi daerah Yordan setelah bertemu dan menjad...

Mengetahui Diri Sendiri

  Ada satu informasi sangat menarik yang saya temukan dari kitab Malakutillah ma'a Asmâillah.  Metodenya memakai angka abjad atau nilai numerik dalam ilmu gematria Arab (hisab al-jummal).  Dalam tradisi pesantren, hitungan tersebut lebih dikenal dengan istilah “rumus abajadun”.  Seperti kita tahu, dalam “rumus abajadun”, setiap huruf memiliki nilai atau angka yang berbeda-beda, misal (alif)= 1, (ba')= 2, (jim)=3, (dal)=4, dan seterusnya.  Kata atau kalimat yang tersusun dari beberapa huruf yang akan dinilai dari hasil penjumlahan huruf yang menyusun.  Nilai numerik ini juga kerap dipakai dalam tradisi sufi untuk menghitung bilangan dzikir tertentu.  Misal,  kenapa “ya lathif” (لطيف) dibaca 129 kali?  karena nilai huruf masing-masing yang dijumlahkan 129.  Begitupula wirid yang dibaca 450 x karena menyesuaikan dengan nilai masing-masing huruf yang dijumlahkan dengan yang lain.  Lantas bagaimana menghitung nama yang disesuaikan dengan...