Langsung ke konten utama

Cerita-Anak Pencari daun jati

Sebuah kisah putra seorang pencari daun jati yang ingin menikahi seorang putri raja. Kemudian dia merengek kepada orang tuanya untuk melamar kepada raja, sebetulnya orang tua tadi tidak berani namun karena desak dari putranya dan merupakan kewajiban orang tua maka ditanyakan prihal lamaranya kepada rajanya. akhirnya raja mau menerima lamaranya dengan syarat emas kawin berupa emas sebesar buah kelapa. gembiralah putra pencari daun jati tersebut karena lamaranya diterima meskipun dengan syarat yang sangat mustahil.
Segeralah sang putra pencari daun jari berkalana mencari emas sebesar buah kelapa, kemudian di naik gunung dan turun gunung suatu hari di menemukan telaga maka dikurasnya hingga telaga habis tapi dia tak menemukan apapun. maka dia melanjutkan perjalananya. terus dan terus dia menemukan telaga lagi dan lagi dikurasnya lagi dan lagi. Pda suatu saat dia menemukan seekor ikan tapi bujan ikan yang dia dapatkan keudian dia mengembalikan ikan tersebut ke telagi dan melanjutkan lagi dan lagi...................... semoga dia menemukannya
wassalam   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Condromowo

Eyang Srigati adalah Priyagung, begawan dari Benua Hindia yang datang ketanah jawa. Beliaulah yang menurunken Kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram dan seterusnya. Semua ada darah-darah Srigati. Beliau adalah keturunan Nabi Adam ke-8. Yang konon pernah duduk di Alas Ketonggo yang sekarang dikenal dengan Punden Srigati yang terdapat di desa Babatan kec. Paron Ngawi. Punden Srigati dulunya juga Tipak tilas Syeh Domba, Sunan Lawu, dan Sunan Kalijaga. Sunan Lawu (Kertabumi Brawijaya) adalah putra dari Raden Fatah _bin Raden Bathoro Katong _bin Sunan Tembayat SILSILAHEYANG SRIGATI. Eyang Srigati adalah Putra dari: ~ Eyang Wisnu _bin ~ Sang Yang Guru ~ Sang yang Tunggal ~ Sang Yang Wening ~ Sang yang Wenang ~ Sang Yang Nurroso _bin ~ Sang yang Nur Cahyo dan Nur Cahyo adalah Putra NABI ADAM.a.s. Dan itu mungkin terjadi kodrat ILLAHInabi Adam yang waktu itu di turunkan Allah di benua hindia pertama kali dan Siti Hawadi daerah Yordan setelah bertemu dan menjad...

Mengetahui Diri Sendiri

  Ada satu informasi sangat menarik yang saya temukan dari kitab Malakutillah ma'a Asmâillah.  Metodenya memakai angka abjad atau nilai numerik dalam ilmu gematria Arab (hisab al-jummal).  Dalam tradisi pesantren, hitungan tersebut lebih dikenal dengan istilah “rumus abajadun”.  Seperti kita tahu, dalam “rumus abajadun”, setiap huruf memiliki nilai atau angka yang berbeda-beda, misal (alif)= 1, (ba')= 2, (jim)=3, (dal)=4, dan seterusnya.  Kata atau kalimat yang tersusun dari beberapa huruf yang akan dinilai dari hasil penjumlahan huruf yang menyusun.  Nilai numerik ini juga kerap dipakai dalam tradisi sufi untuk menghitung bilangan dzikir tertentu.  Misal,  kenapa “ya lathif” (لطيف) dibaca 129 kali?  karena nilai huruf masing-masing yang dijumlahkan 129.  Begitupula wirid yang dibaca 450 x karena menyesuaikan dengan nilai masing-masing huruf yang dijumlahkan dengan yang lain.  Lantas bagaimana menghitung nama yang disesuaikan dengan...