Langsung ke konten utama

Abdullah Bin Zaid Bin 'Ashim

Namanya
Abdullah bin Zaid bin 'Ashim bin Ka'ab bin 'Amr bin A'uf bin Mabdzul bin 'Amr bin Ghunm bin Mazin Al-Mazini Al-Anshari ra.
Nama Panggilanya ialah Abu Muhammad. Beliau terkenal juga dengan Ibnu Ummi 'Amarah. Namun sangat terkenal dengan nama aslinya.
Ibunya bernama Nusaibah binti Ka'ab bin 'Amr bin A'uf yang terkenal dengan Ummu 'Amarah pahlawan sahabat wanita dan srikandi yang terkenal dalam sejarah Islam. Jadi beliau adalah saudara Hubaib dan Tamiem bin Zaid ra.


Kehidupanya
Menurut Abu Ahmad Al-Hakim, Ibnu Madah dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak bahwa beliau ikut bertempur dalam ghazwah Badr apalagi ghazwah Uhud dan seterusnya.
Ketika zaman khalifah Abu Bakr, beliau ikut pula bersama-sama dengan ibunya Nusaibah dan saudara-saudaranya Hubaib dan Tamiem, bertempur dalam perang menumpas gerakan Musailimatul Kadzdzab. Sebelumnya Musailimah telah menyiksa saudaranya Hubaib memotong anggota badannya satu persatu hingga akhirnya ia gugur sebagai syahied. Mendengar peristiwa yang mengerikan itu semangat jihad kaum muslimin tambah meluap. Hingga akhirnya Abdullah b. Zaid ini berhasil bersama-sama dengan wahsyi b. Harb (yang pernah membunuh Hamzah, paman Nabi saw dalam ghazwah Uhud sewaktu ia masih kafir) membunuh Musailimah itu sendiri dengan pedangnya. Dengan kejadian itu ibunya Ummu Amarah Nusaibah sangat merasa puas dan bersyukur pada Tuhan apalagi dengan gugurnya kedua anak kandungnya Hubaib dan Tamiem sebagai syahied.

Riwayat perjuangan beliau dalam ketiga zaman khulafa lainnya tidak pernah penulis jumpai. Ketika Yazied yang sangat ambisius kekuasaan itu memaksa orang-orang untuk mengakuinya sebagai khalifah, beliau tidak mau melakukan bai'ahnya. Beliau berkata: "Demi Allah aku tidak mau melantik seseorang sesudah Rasulullah SAW." Demikianlah beliau dibunuh dengan tenang dalam peristiwa HARRAH pada tahun 63 H. di Madinah.
Beliau meriwayatkan hadts wudhu dan beberapa hadits lain lagi sedang para Tabi'ien yang berhasil mengambil riwayat dari beliau ialah antara lain Said b. Musaiyab, Abbad b. Tamiem anak saudaranya, Yahya b. Amarah, Wasi' b. Habana dan lain-lain.

Demikianlah semoga Allah SWT memperkenankan kita dapat bergaul dengan beliau pada hari kiamat dan dalam syurga kelak, amin ya Rabbal alamiiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Condromowo

Eyang Srigati adalah Priyagung, begawan dari Benua Hindia yang datang ketanah jawa. Beliaulah yang menurunken Kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram dan seterusnya. Semua ada darah-darah Srigati. Beliau adalah keturunan Nabi Adam ke-8. Yang konon pernah duduk di Alas Ketonggo yang sekarang dikenal dengan Punden Srigati yang terdapat di desa Babatan kec. Paron Ngawi. Punden Srigati dulunya juga Tipak tilas Syeh Domba, Sunan Lawu, dan Sunan Kalijaga. Sunan Lawu (Kertabumi Brawijaya) adalah putra dari Raden Fatah _bin Raden Bathoro Katong _bin Sunan Tembayat SILSILAHEYANG SRIGATI. Eyang Srigati adalah Putra dari: ~ Eyang Wisnu _bin ~ Sang Yang Guru ~ Sang yang Tunggal ~ Sang Yang Wening ~ Sang yang Wenang ~ Sang Yang Nurroso _bin ~ Sang yang Nur Cahyo dan Nur Cahyo adalah Putra NABI ADAM.a.s. Dan itu mungkin terjadi kodrat ILLAHInabi Adam yang waktu itu di turunkan Allah di benua hindia pertama kali dan Siti Hawadi daerah Yordan setelah bertemu dan menjad...

Ummu Salamah r.a

Ummu Salamah r.a Lembaran sejarah hijrah Ummat Islam ke Madinah, barangkali tidak bisa melupakan torehan tinta seorang ibu dengan putrinya yang masih balita. Keduanya, hanya dengan mengendarai unta dan tidak ada seorang lelakipun yang menemaninya, meski kemudian ditengah jalan ada orang yang iba dan kemudian mengantarnya, berani menembus kegelapan malam, melewati teriknya siang dan melawan ganasnya padang sahara, mengarungi perjalanan yang amat panjang dan melelahkan, kurang lebih 400 km. Dialah Salamah dan ibunya, Hindun bin Abi Umayyah atau sejarah lebih sering menyebutnya dengan Ummu Salamah.

Ubai bin Ka'ab

Ubai bin Ka'ab Ubai bin Ka'ab adalah warga Anshar dari suku Kharaj, ikut dalam perjanjian 'Aqabah dan perang badar dan peperangan lainnya.Beliau mempunyai derajat yang mulia dikalangan Muslimin angkatan pertama. Beliau termasuk perintis penulis wahyu dan surat-surat dan juga termasuk golongan terkemuka dalam penghafalan Al Qur'an, membaca dan memahami ayat-ayatnya.